Senin, 09 Oktober 2017

PENELIATIAN TINDAKAN KELAS IPA VI KARYA MODEL

PENELIATIAN TINDAKAN KELAS 
(PTK)



PENINGKATAN KETRAMPILAN SISWA KELAS VI MI NURUL HUDA BANDUNG SUKOREJODALAM PEMBELAJARAN MEMBUAT KARYA MODEL MELALUI METODE PRAKTIK DAN DEMONSTRASI

BAB I

PENDAHULUAN

A. Judul Penelitian
Peningkatan Ketrampilan siswa kelas VI MI Nurul Huda Bandung Sukorejo Dalam PembelajaranMembuat Karya Model Melalui Metode Praktik dan Demonstrasi pada pembelajaran IPA

B. Bidang Kajian
Desain dan strategi pembelajaran             
                   
C. Latar Belakang Masalah
         Pendidikan merupakan proses perubahan yang terjadi secara terus menerus kearah kemajuan yang lebih baik. Keberhasilan pendidik tidak terlepas dari apa yang direncanakan oleh sebab itu pendidikan pada dasarnya berorientasi pada siswa, dimana siswa sebagai objek dari kegiatan pembelajaran di Madrasah.
  Keberhasilan pembelajaran ditandai dengan dikuasainya mata pembelajaran yang termanisfestasi dalam bentuk nilai. Salah satu upaya guru untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran adalah pemilihan media pembelajaran. Dalam pembelajaran IPA dituntut para guru untuk menggunakan media dan metode pembelajaran yang Dapat meningkatkan kemauan siswa dalam belajar.
         Untuk meningkatkan partisipasi siswa dan peningkatan penguasaan materi pelajaran, penulis akan melaksanakan perbaikan pembelajaran IPA melalui Penulisan Tindakan Kelas (PTK). Disamping untuk memperbaiki pembelajaran, pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini juga bertujuan untuk memenuhi syarat penilaian bagi guru tersertifikasi..
        Dari hasil yang telah dilaksanakan pada awal kegiatan praktek ini maka data yang didapat adalah jumlah siswa MI Nurul Huda Bandung Sukorejo Siswa kelas VI  pada mata pelajaran IPA sebanyak 7 orang siswa atau (32 %) yang mencapai tingkat penguasaan keatas 65 % kebawah.
        Setelah diadakan observasi dan berdasarkan data pengamatan dikelas VI pada materi pembelajaran Pesawat sederhana. Dalam penyampaian materi guru sering tidak menggunakan media yang tepat, sehingga pemahaman materi sulit diterima siswa dan mengakibatkan hasil belajar rendah. Maka dari itu penulis dalam menyusun laporan yang berjudul“Penggunaan Media Dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa pada pembelajaran Membuat Karya Model dengan menggunakan metode Praktik dan Demonstrasi di Kelas VI MI Nurul Huda Bandung Sukorejo”

D.  Identifikasi Masalah
        Berkenaan dengan kurang berminat dan menariknya pembelajaran IPA bagi siswa sehingga partisipasi siswa dalam proses pembelajaran tidak kondusif yang bermuara pada rendahnya penguasaan materi pembelajaran yang mana fenomena ini berarti muncul selama proses pembelajaran seperti :
a. Jarang ada siswa yang dapat mengajukan pertanyaan pada guru.
b. Jarang siswa yang memberi tanggapan atas penjelasan guru.
c. Siswa kurang dapat membuat kesimpulan dari materi yang disampaikan.
d. Suasana kelas ribut.
Rendahnya penguasaan materi pelajaran dapat dilihat dari rendahnya pencapaian daya serap siswa perkelas pada mata pelajaran IPA kelas VI dari 7 orang siswa hanya 36 % daya serapnya.
         Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis meminta bantuan supervisor untuk
 mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran IPA yang dilaksanakan.
Dari hasil diskusi dengan supervisor terungkap beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran  IPA, yaitu :
1. Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.
2. Siswa kurang dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru.
3. Siswa kebanyakan kurang memperhatikan materi yang sedang disampaikan.
4. Rendahnya partisipasi siswa ketika pembelajaran berlangsung

E. Analisis dan Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah diatas, melalui diskusi dengan teman sejawat maupun supervisor dapat diketahui faktor penyebab rendahnya partisipasi siswa dan rendahnya penguasaan materi pelajaran  IPA oleh siswa adalah :
 a. Penjelasan guru terlalu abstrak dan monoton.
 b. Guru tidak menggunakan media peraga atau alat bantu mengajar.
 c. Siswa kurang termotivasi untuk pembelajaran dan cenderung malas.
 d. Suasana kelas tidak kondusif.

F. Rumusan Masalah
        Bertitik tolak dari latar belakang yang telah penulis sampaikan, maka perlu dirumuskan permasalahan itu guna lebih mudah dan terarahnya penulis dalam membahas
 permasalahan itu. Dan juga agar hasil kajian pembicaraan lebih mengenai sasaran yang diingunkan. Untuk itu permasalahan yang akan penulis paparkan dalam laporan ini
 adalah :
- Bagaimana cara meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dengan
 menggunakan media ?

G. Tujuan Perbaikan
Berdasarkan rumusan masalah diatas penelitian ini bertujuan untuk :
1. Mendeskripsikan atau menganalisis dampak penggunaan media dan praktik langsung dalam pembelajaran terhadap hasil belajar siswa.

H. Manfaat Perbaikan
a. Bagi Guru
        Akan terjadi perubahan sikap guru, yakni perbaikan dalam strategi pembelajaran
 IPA, serta memupuk rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan
 permasalahan yang dihadapi.
b. Bagi Siswa
       Dengan menggunakan media dan praktik langsung siswa menjadi lebih tertarik untuk belajar dan dapat menyerap materi pembelajaran yang diberikan guru dengan baik.
c. Bagi Madrasah
      Dengan adanya hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi sebagai alternatif untuk menentukan strategi pembelajaran yang lebih dalam meningkatkan hasil belajar.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A Pendapat Hopkins ( 1993 )

         Menurut Hopkins (1993), berkaitan dengan profesionalisme guru, dari praktek yang dilakukan oleh seorang guru dikelas merupakan kontrol sosial terhadap guru, serta kemanfaatan penelitian pendidikan dari segi profesinalisme, penelitian kelas yang dilakukan oleh seorang guru dipandang sebagai unjuk kerja seorang guru yang profesional karena studi sistematik yang dilakukan terhadap diri sendiri sebagai tanda pekerjaan guru yang propesional.
   Pendidikan diartikan secara umum oleh Diryakara (1980) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah sebagai suatu upaya memanusiakan manusia ke taraf insani yang diwujudkan didalam seluruh proses, senada dengan pendapat G. Thomson (1957) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap didalam kebiasaan-kebiasaan, pemikiran, sikap dan tingkah laku. Sedangkan fungsi utama pendidikan menurut Crow and Crow (1960) adalah bimbingan terhadap individu dalam upaya memenuhi kebutuhan dan keinginan sesuai dengan potensi diri untuk memperoleh kepuasan dalam kehidupan pribadi.
        Namun pendidikan menurut Sunaryo dan Karta Dinata (1996) merupakan suatu proses membantu peserta didik agar berkembang secara optimal yaitu berkembang setinggi mungkin sesuai dengan potensi dan sistem nilai yang dianutnya dalam masyarakat. Pendidikan bukanlah proses memaksakan kehendak orang dewasa (guru) kepada peserta didik melainkan upaya menciptakan kondisi yang kondisif bagi poerkembangan anak.
          Menurut Tilaar (1993) bahwa pendidikan mempunyai hakikat yang memiliki komponen sebagai berikut :
-   Pendidikan merupakan proses berkesinambungan. Implikasi bahwa peserta didik
     punya
     kemampuan tetap ada sebagai makhluk sosial dan keinginan tidak pernah selesai.
 -  Proses pendidikan berarti menumbuh kembangkan eksistensi manusia baik interaksi
     manusia dengan sesama, alam, ide serta Tuhan Yang Maha Kuas.
 -  Eksistensi yang memasyarakatkan dalam proses ini terjadi internalisasi nilai-nilai,
     pembaruan dan revitalisasi (penyegaran).
 - Proses bermasyarakat dan membudaya mempunyai dimensi waktu dan ruang. Disamping itu dengan kemajuan teknologi pendidikan juga dapat menembus dimensi lokal, nasional, regional dan global.
        Untuk mengolah pembelajaran dengan baik, guru harus merencanakan atau menyusun rencana pembelajaran secara sistematis. Pada prinsipnya komponen-komponen dalam Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) sama dengan Rencana Pembelajaran (RP) yang dilakukan oleh guru sehari-hari.
        Namun demikian, agar terlihat rencana guru untuk memberikan tindakan perbaikan, kali ini perlu dituangkan dalam RPP, sehingga perlu dicantumkan tujuan perbaikan pembelajaran dan perlu strategi pelaksanaan perbaikan dituangkan dalam kegiatan belajar mengajar (panduan PKP, 2007). Untuk mengetahui kemajuan belajar yang dimiliki oleh siswaperludiadakantes.
         Sebagai salah satu alat ukur untuk mengetahui keberhasilan seseorang dalam proses mengajar atau suatu program pendidikan.
Metode pembelajaran yang baik berkaitan dengan tujuan, bahan, pembinaan keterampilan belajar(Tarigandkk1998:152)kriterianyaadalah :
1.Relevan.
2.Memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran
3.Mengembangkan buyer keterampilan proses.
4.Dapat mewujudkan keterampilan yang telah dirancang.
5.Merangsangsiswauntukbelajar.
6.Mengembangkanketerampilansiswa.
7.Mengembangkankreativitassiswa.
8.Tidakmenuntutperalatanyangrumit.
9.Mudahdilaksanakan.
10.Menciptakan suasana belaja

          Pengelolaan kelas sebagai fokus perbaikan dalam pembelajaran juga sangat mendukung keberhasilan siswa dalam pembelajaran. Perbaikan dari sudut pengelolaan kelas berdasarkan pada pendapat “Wright, 1991” bahwa guru sebagai pengelolaan kelas bertugas menciptakan situasi kelas yang memungkinkan terjadi pembelajaran yang efektif.
         Menurut Hamalik, (1986) mengemukakan bahwa pemakaian pembelajaran dalam proses belajar mengajar membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
        Sementara itu menurut Gagne dan Briggs, (1975) secara inplisit mengatakan bahwa media adalah pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari antara lain : buku, tape recorder, kaset, video kamera, video recorder, film slide (gambar bingkai), fhoto, gambar, grafik, televisi, komputer. Dengan kata lain, media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.

....................NEX

Untuk file lengkap silahkan download  di bawah ini:

1. COPER PTK IPA  KELAS VI KARYA MODEL

2. LEMBAR KRITIK DAN SARAN

3. PEMBAHASAN PTK IPA KELAS VI KARYA MODEL PDF

4. PEMBAHASAN PTK IPA KELAS VI KARYA MODEL WORD

Demikian semoga bermanfaat dan silahkan dibagikan.

Berbagi Itu Indah
Posting Komentar