Rabu, 16 Desember 2015

PENELITIAN KUANTITATIF


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif adalah  jenis penelitian yang cukup sering digunakan. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian di bidang ilmu-ilmu eksakta dengan aktivitas yang didasarkan pada disiplin  ilmiah dari masing-masing ilmu, juga menggunakan matateri perlakuan yang disusun dalam rancangan-rancangan yang sudah baku dengan tujuan untuk menemukan solusi dari suatu permasalahan.
Penelitian kualitatif adalah prosedur peneletian yang bertujuan meneliti suatu masalah dengan cara merumuskan permasalahan lalu meneliti dengan cara mendalam yaitu pengalaman, pencatatan, wawancara, dan terlibat dalam proses penelitian guna menemukan penjelasan berupa pola-pola, deskripsi, dan menyusun indikator.
Perbedaan kedua metode tersebut, tidak semata-mata yang satu menggunakan angka dan yang satu lagi tidak. Perbedaan kedua metode tersebut meliputi aksioma dasar, proses penelitian, dan karakteristik (ciri-ciri) penelitian itu sendiri. Dari segi proses, penelitian kuantitatif bersifat deduktif dan penelitian kualitatif bersifat induktif.
Namun dalam pembahasan makalah ini pemakalah tidak akan membahas ke-dua jenis penelitian tersebut, akan tetapi pemakalah akan mempersempit pembahasan hanya pada Penelitian Kuantitatif sesuai judul pada makalah ini.
B.           Rumusan Masalah
1.                  Apa pengertian  peneletian kuantitatif ?
2.                  Bagaimana sejarah munculnya penelitian kuantitatif ?
3.                  Bagaimana konsep dasar penelitian kuantitatif?
4.                  Bagaimana karakteristik penelitian kuantitatif ?
5.                  Bagaimana langkah-langkah penelitian kuantitatif ?
C.          Tujuan Masalah
1.                     Untuk mengetahui pengertian  penelitian kuantitatif.
2.                     Untuk mengetahui sejarah munculnya penelitian kuantitatif.
3.                     Untuk mengetahui konsep dasar penelitian kuantitatif.
4.                     Untuk mengetahui karakteristik penelitian kuantitatif.
5.                     Untuk mengetahui langkah-langkah penelitian kuantitatif.


                                                                        BAB II                                                                       
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Kuantitatif.
Secara umum, suatu penelitian dilakukan dalam rangka memperoleh data yang dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Menurut John W Creswell dalam Hamid Patilima, penelitian kualitatif adalah sebagai sebuah proses penyelidikan untuk memahami masalah sosial atau masalah manusia berdasarkan pada penciptaan gambar holistik yang dibentuk kata-kata, melaporkan pandangan informan secara terperinci dan disusun dalam sebuah latar ilmiah[1] Sedangkan menurut Tim UM sebagaimana dikutip oleh Ahmad Tanzeh, penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik kontekstual (secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks/apa adanya) melalui pengumpulan data dari latar alami sebagai sumber langsung dengan instrumen kunci penelitian itu sendiri[2]
Penelitian kuantitatif adalah penelitian di bidang ilmu-ilmu eksakta dengan aktivitas yang didasarkan pada disiplin ilmiah dari masing-masing ilmu, juga menggunakan materi perlakuan yang susun dalam rancangan-rancangan yang sudah baku dengan tujuan untuk menemukan solusi dari suatu permasalahan. Penelitian yang masuk kedalam penelitian kuantitatif adalah penelitian-penelitian ekperimental untuk menguji hipotesis yang dikemukakan[3]
Definisi tersebut, memberi pemahaman bahwa pendekatan atau metode kuantitatif lazim digunakan dalam disiplin ilmu-ilmu sains dan eksakta, namun metode kuantitatif juga banyak digunakan dalam penelitian pendidikan.
3
Dalam penelitian kuantitaif pada ilmu sosial atau pendidikan, tugas peneliti adalah menguji adalah menguji suatu teori-teori pendidikan dengan cara membuat hipotesa-hipotesa, membuat instrumen membuat hipotesis, dan menguji hipotesisnya.
Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan[4]

B.     Sejarah Munculnya Penelitian Kuantitatif.
Penelitian kuantitatif dimulai pada akhir abad 19 dan penelitian pendidikan mendominasi untuk sebagian besar abad ke-20. Ide-ide awal untuk penelitian kuantitatif berasal dari ilmu fisika, seperti fisika dan kimia. sama seperti atom dan molekul yang tunduk pada las dan aksioma yang telah diprediksi. Begitu juga, seperti pola akhlak (sikap dan tingkah laku) anak-anak di sekolah. Penelitian awal kuantitatif mulai mengidentifikasi pola-pola pendidikan dengan menilai atau mengukur kemampuan individu. Mengumpulkan skor (angka) dari individu, dan menggunakan prosedur percobaan psikologis dan survey berskala besar.
Dalam sejarah perkembangan penelitian kuantitatif, tiga tren historis yang hadir adalah prosedur statistik, praktek/tes dan pengukuran, dan design penelitian.[5] Namun dalam dalam makalah ini tidak akan membahas lebih jauh tentang  ke-tiga tren tersebut diatas.

C.     Konsep dasar Penelitian Kuantitatif.
Metode kuantitatif berakar pada paradigma tradisional, positivistik, eksperimental atau empiricist. Metode ini berkembang dari tradisi pemikiran empiris Comte, Mill, Durkeim, Newton dan John Locke. “Gaya” penelitian kuantitatif biasanya mengukur fakta objektif melalui konsep yang diturunkan pada variabel-variabel dan dijabarkan pada indikator-indikator dengan memperhatikan aspek reliabilitas.
Penelitian kuantitatif bersifat bebas nilai dan konteks, mempunyai banyak “kasus” dan subjek yang diteliti, sehingga dapat ditampilkan dalam bentuk data statistik yang berarti. Hal penting untuk dicatat di sini adalah, peneliti “terpisah” dari subjek yang ditelitinya.
Pada hakikatnya setiap penelitian kuantitatif dalam ilmu-ilmu sosial menerapkan filosofi yang disebut deducto hipothetico verifikatif artinya, masalah penelitian dipecahkan dengan bantuan cara berpikir deduktif melalui pengajuan hipotesis yang dideduksi dari teori-teori yang bersifat universal dan umum, sehingga kesimpulan dalam bentuk hipotesis inilah yang akan diverifikasi secara empiris melalui cara berpikir induktif dengan bantuan statistika inferensial. Pengamatan kuantitatif melibatkan pengukuran tingkatan suatu ciri tertentu. Untuk menemukan sesuatu dalam pengamatan, pengamat harus mengetahui apa yang menjadi ciri sesuatu itu. Untuk itu pengamat mulai mencatat atau menghitung dari satu, dua, tiga dan seterusnya.
Berdasarkan pertimbangan dangkal demikian, kemudian peneliti menyatakan bahwa penelitian kuantitatif mencakup setiap penelitian yang didasarkan atas perhitungan persentase, rata-rata dan perhitungan statistik lainnya. Dengan kata lain, penelitian kuantitatif melibatkan diri pada perhitungan atau angka atau kuantitas. Hasil analisis kuantitatif cenderung membuktikan maupun memperkuat teori-teori yang sudah ada.

D.    Karakteristik Penelitian Kuantitatif.
Adapun karateristik penelitian kuantitatif adalah:[6]
1.        Instrumen Pengumpulan Data.
Pada penelitian ini instrumen data berupa tes tertulis, kuesioner,dan kolom-kolom pengamatan yag dibantu dengan alat tulis. Peneliti dapat menugaskan sejumlah enumerator (petugas pengumpul data). Karena data yang akan dikumpulkan serta isntrumen yang digunakan sudah baku. Insturmen penelitiannya telah disiapkan sebelumnya, sehingga tidak mungkin untuk melakukan perubahan.


2.       Data Dapat Diobservasi Dan Diukur
Dalam penelitian kuantitatif, analisis datanya menggunakan proses matematik yang disebut prosedur statistik, seperti menyediakan informasi untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis penelitian.
3.       Rancangan Penelitian atau Desain
Dipakai untuk menuju pada rencana penelitian tentang bagaimana ia akan melaksanakan penelitian. Dalam hal ini termasuk di dalamnya langkah-langkah /prosedur,  yang terdiri dari :pengumpulan data menganalisis dan melaporkan hasil penelitian.
4.       Jumlah Subjek Banyak
Semakin banyak subjek (anggota sampel) yang diteliti semakin kuat keabsahan jeneralisasi
Sedangkan Sugiono menyebutkan karakteristik penelitian kuantitatif sebagai berikut:[7]
    1.  Desain
      a.   Spesifik, jelas rinci.
      b.   Ditentukan secara mantap sejak awal.
      c.   Menjadi pegangan langkah demi langkah.
  2. Tujuan
      a.   Menunjukkan hubungan antara variabel.
      b.   Menguji teori.
      c.   Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif.
  3. Teknik pengumpulan data
      a.   Kuesioner.
      b.   Observasi dan wawancara terstruktur.
  4. Instrumen penelitian
      a.   Test, angket, wawancara terstruktur.
      b.   Instrument yang telah terstandar.
  5. Data
      a.   Kuantitatif
      b.   Hasil pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan
                   instrument.
  6. Sampel
      a.   Besar.
      b.   Representative.
      c.   Sedapat mungkin radom.
      d.   Ditentukan sejak awal.
  7. Analisis
      a.   Setelah selesai pengumpulan data.
      b.   Deduktif.
      c.   Menggunakan statistic untuk menguji hipotesis.
8. Hubungan dengan responden
      a.   Dibuat berjarak.
      b.   Kedudukan peneliti lebih tinggi dari pada responden.
      c.    Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan.


Sedangkan Perbedaan yang terdapat antara Penelitian kuantitatif  dan kualitatif dapat di lihat pada tabel berikut:[8]

NO
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
1.
A. Desain
1. Spesisifk, jelas, rinci
2. Ditentukan secara mantap sejak awal
3. Menjadi pegangan langkah demi langkah
A. Desain
1. Umum
2. Fleksibel
3. Berkembang dan muncul dalam proses penelitian
2.
B. Tujuan
1. Menunukkan hubungan antar variabel
2. Menguji teori
3. Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
B. Tujuan
1. Menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif
2. Menemukan teori
3. Menggambarkan relitas yang komplek
4. Memperoleh pemahaman makna
3.
C. Teknik Pengumpulan Data
1. Kuisioner
2. Observasi dan wawancara terstruktur
C. Teknik Pengumpulan Data
1. Participant observation
2. In depth interview
3. Dokumentasi
4. Tringulasi
4.
D. Instrumen Penelitian
1. Tes, angket, wawancara terstruktur
2. Instrumen yang telah terstandar
D. Instrumen Penelitian
1. Peneliti sebagai instrumen
2. Buku catatan, tape recorder, kamera dll
5.
E. Data
1. Kuantitatif
2. Hasil pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen
E. Data
1. Deskristif kualitatif
2. Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dll
6.
F. Sampel
1. Besar
2. Representatif
3. Sedapat mungkin random
4. Ditentukan sejak awal
F. Sampel
1. Kecil
2. Tidak representatif
3. Purposive, snoeball
4. Berkembang selama proses penelitian
7.
G. Analisis
1. Setelah selesai pengumpulan data
2. Deduktif
3. Menggunakan statistic untuk menguji hipotesis
G. Analisis
1. Terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian
2. Induktif
3. Mencari pola, model, tema, teori
8.
H. Hubungan dengan Responden
1. Dibuat berjarak
2. Kedudukan peneliti lebih tinggi daripada responden
3. Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan
H. Hubungan dengan Responden
1. Empati, akrab
2. Kedudukan sama
3. Jangka lama sampai ditemukan hipotesis/ teori
9.
I. Usulan Desain
1. Luas dan rinci
2. Literatur yang berhubungan dengan variabel yang diteliti
3. Prosedur spesifik
4. Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas
5. Hipotesis dirumuskan dengan elas
6. Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapangan
I. Usulan Desain
1. Singkat
2. Literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama
3. Prosedur bersifat umum masalah bersifat sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan
4. Tidak dirumuskan hipotesis
5. Fokus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan
10.
J. Kapan Penelitian Dianggap Selesai?
Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan
J. Kapan Penelitian Dianggap Selesai?
Setelah tidak ada data yang dianggap baru
11.
K. Kepercayaan Terhadap Hasil Penelitian
Pengujian validitas dan realiabilitas instrumen
K. Kepercayaan Terhadap Hasil Penelitian
Pengujian kredibilitas, depenabilitas, proses dan hasil penelitian


E.      Langkah-Langkah Penelitian Kuantitatif.
Metode penelitian kuantitatif adalah definisi, pengukuran data kuantitatif dan statistic objek melalui perhitungan ilmiah yang berasal dari sampel orang-orang atau penduduk yang diminta menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang survey untuk menentukan frekuensi dan presentase tanggapan mereka.
 Contoh: dari 240 orang, 79% dari populasi sampel, mengatakan bahwa mereka lebih percaya pada diri mereka pribadi masa depan mereka dari setahun yang lalu hingga hari ini.
   Langkah-langkah penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut:[9]
1)    Tahap Konseptual (Merumuskan dan membatasi masalah, meninjau kepustakaan yang relevan,mendefinisikan kerangka teoritis, merumuskan hipotesis).Tahap ini termasuk merenungkan, berpikir,  membaca, membuat konsep, revisi konsep, teoritisasi,  bertukar pendapat, konsul dengan pembimbing, dan penelusuran pustaka. Mengeksploitasi, perumusan, dan penentuan masalah yang akan diteliti. Penelitian kuantitatif dimulai dengan kegiatan menjajaki permasalahan yang akan menjadi pusat perhatian peneliti dan kemudian peneliti mendefinisikan serta menformulasikan masalah penelitian tersebut dengan jelas sehingga mudah dimengerti.
2)    Fase Perancangan dan Perencanaan (memilih rancangan penelitian, mengidentifikasi populasi yang diteliti, mengkhususkan metode untuk mengukur variabel penelitian, merancang rencana sampling, mengakhiri dan meninjau rencana penelitian, melaksanakan pilot penelitian dan membuat revisi). Mendesain model penelitian dan paramater penelitian. Setelah masalah penelitian diformulasikan maka peneliti mendesain rancangan penelitian, baik desain model maupun penentuan parameter penelitian, yang akan menuntun pelaksanaan penelitian mulai awal sampai akhir penelitian.
3)    Mendesain instrumen pengumulan data penelitian. Agar dapat melakukan pengumpulan data penelitian yag sesuai dengan tujuan penelitian, maka desain instrumen pengumpulan data menjadi alat perekam data yang sangat penting di lapangan.
4)    Fase Empirik (pengumpulan data, penyiapan data untuk analisis)
Mengumpulkan data penelitian dari lapangan.
5)    Fase Analitik (analisis data, penafsiran hasil)
Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian. Data yang dikumpulkan dari lapangan diolah dan dianalisis untuk menemukan kesimpulan-kesimpulan, yang diantaranya kesimpulan dari hasil pengujian hipotesis penelitian.
6)    Fase Diseminasi
Mendesain laporan hasil penelitian. Pada tahap akhir, agar hasil penelitian dapat dibaca, dimengerti dan diketahui oleh masyarakat luas, maka hasil penelitian tersebut disusun dalam bentuk laporan hasil penelitian.















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Penelitian kuantitatif merupakan penelitian di bidang ilmu-ilmu eksakta dengan aktivitas yang didasarkan pada disiplin ilmiah dari masing-masing ilmu
Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu dalam sebuah penelitian.
Metode yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif ini adalah metode experimental, metode deskripsi,  metode survey, dan metode korelasi. Dalam penelitian kuantitatif menyajikan proposal yang bersifat lengkap, rinci, procedur  yang spesifik, literatur yang lengkap dan hipotesis yang dirumuskan dengan jelas.

B.     Saran
Demikianlah makalah ini penulis uraikan, di harapkan dengan adanya pembahasan makalah  ini, dapat membantu penyusunan makalah bagi para mahasiswa agar lebih memahami tentang  persamaan dan perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif.
 Bagi pemerintah diharapkan dapat memberikan pasilitas dalam dunia pendidikan dan penelitian untuk lebih memajukan pendidikan dan penelitian di Indonesia.
Sementara bagi penulis sendiri, semoga dengan pembahasan makalah Penelitian Kuantitaif ini, setelah melalui presentasi dengan adanya saran dan kritik yang lebih membangun dapat menambah kopetensi penulis dalam penulisan  makalah selanjutnya.





KAJIAN PUSTAKA


Patilima, Hamid, Metode Penelitian Kualitatif, 2007,Bandung:Alfabeta.
Santoso, Mudji, jurnal penelitian kuantitatif.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, 2012, Bandung: Alfabeta.
Tanzeh, Ahmad, Metodologi Penelitian Praktis2011, Yogyakarta: Teras.


[1] Hamid Patilima, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung:Alfabeta,2007, hal.2-3.
[2] Ahmad Tanzeh, Metodologi Penelitian Praktis,  Yogyakarta: Teras,2011, hal.64.
[3] Mudji santoso dalam jurnal penelitian kuantitatif,12.
[4] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, 2012, Bandung: Alfabeta,14.
[5] https://bkpemula.wordpress.com/2011/12/04/sejarah-kuantitatif-dan-kualitatif/Tgl 31 Maret 2015 (lihat De Landsheere, 1998 dan Travers, 1992, untuk pembahasan lebih luas)

[7] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan …,15.
[8] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan …,16
[9] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan …,18

Tidak ada komentar: