Sabtu, 07 Juni 2014

Mendidik Anak

Jangan menghukum dan setelah itu tidak berbicara apa-apa terhadap anak yang kita didik.
Berbicaralah bahwa; “Kamu dididik karena kesalahan ini. Jika tidak salah juga tidak dididik. Saya mendidik karena mengasihi kamu”.
kita bisa lanjutkan dengan mendatangi anak yang kita ‘didik’ yang kita disiplin dan berkata; “Maaf ya tadi papa menghajar kamu cukup keras, tetapi itu papa lakukan karena papa mengasihi kamu, supaya kamu tahu bahwa itu tidak baik, supaya kamu menjadi anak yang baik, supaya kamu .dst.” dan hal-hal lain yang saudara bisa katakan untuk menyampaikan pengajaran, aturan dan norma ataupun pandangan hidup.
Lakukan hal itu setelah si-anak juga sudah reda secara emosi, demikian juga dengan kita. Kita bisa menyampaikan ‘pengajaran’ ini dalam suasana ‘pendekatan’. Kita bisa juga melakukannya di hari yang lain, dengan makan bersama, bermain atau ke plaza dan kita membicarakan, mendiskusikan masalah yang kemarin dan diselesaikan dengan baik.
Jika masalah itu melibatkan guru dan atasan, pertengkaran dua pihak, maka diselesaikan dengan saling minta maaf dan menjabat tangan. Dalam beberapa kasus, berjanji mengucapkan janji bahwa tidak akan mengulang lagi.
Kenyataan nanti akan menunjukkan bahwa dia akan mengulang lagi, dan tetap teruskan prinsip ini, tanpa mengungkit-ungkit kesalahan yang lalu. Selesaikan satu masalah dan selesai.
Jika setelah menghukum anak
ada perasaan menyesal..
itu pertanda saudara guru yang baik
Jika ada perasaan puas… itu yang salah
Insya Allah akan lahir generasi yang kuat.
Mencetak generasi khairu ummah.
Poskan Komentar

Blogroll