Rabu, 05 Februari 2014

3 Cara Belajar Efektif dan Bermakna Bagi Anak
Belajar melalui eksperimen lebih efektif dan bermakna bagi anak dibanding hanya teori.
Belajar melalui eksperimen lebih efektif & bermakna dibanding hanya teori.
Menciptakan proses belajar yang efektif dan bermakna bagi anak tidaklah sulit. Kuncinya adalah kegiatan belajar itu disesuaikan dengan karakter dan perkembangan anak. Untuk anak usia sekolah dasar (SD), berikut adalah aneka cara belajar efektif dan bermakna bagi anak yang SekolahDasar.Net kutip dari Kompas (4/2/2014), cara belajar ini harus kita ketahui dan pahami.

Memberikan contoh nyata

Cara belajar efektif yang paling awal dikenal manusia adalah meniru. Anak akan melakukan pengamatan pada sesuatu yang menarik. Lalu mereka mulai belajar menirukan apa telah dilihatnya. Untuk itulah orang tua dan guru harus memberikan contoh nyata bagi anak. Apa yang kita katakan dan lakukan di depan anak akan membentuk pikirannya.

Lingkungan dan televisi juga sangat memberikan pengaruh yang kuat pada anak. Oleh sebab itu berikan anak lingkungan serta tontonan yang baik. Dengan begitu, cara belajar anak tidak hanya efektif, tapi juga positif bagi tumbuh kembangnya. Orangtua memiliki peran penting. Sebab, orangtua adalah contoh pertama dan utama bagi anak.

Manfaat cara belajar ini bagi anak antara lain; anak memiliki pondasi belajar yang baik melalui meniru sesuatu yang baik. Sehingga perilaku sosial yang baik menjadi berkembang. Contohnya dengan melihat dan meniru saat orangtua membantu orang yang kesusahan, anak pun belajar mengembangkan kepekaan sosial.

Belajar melalui Eksperimen

Anak senang mengeksplorasi setiap hal yang ada di sekitarnya. Cara belajar yang efektif bagi anak yaitu dengan bereksperimen serta bereksplorasi. Contohnya anak diajak berekplorasi warna; putih dengan merah dicampur lalu akan melahirkan warna pink.

Manfaat cara belajar dengan eksperimen bagi anak, mereka mengalami langsung. Dengan begitu apa yang mereka pelajari, amati, eksplorasi akan lebih bermakna, dibandingkan dengan belajar dari membaca atau mendengar. Cara belajar ini anak akan mendapat jawaban langsung dari rasa ingin tahunya.

Cara belajar melalui eksperimen memerlukan pengarahan orangtua dan guru suapaya anak tidak belajar atau mencoba hal yang salah. Cara belajar melalui mencoba dan mengalami sesuatu ini mengajarkan anak untuk belajar menikmati proses. Sehingga kreativitas dan rasa ingin tahunya menjadi lebih berkembang.

Belajar dengan terintegrasi

Otak seorang anak kelas rendah SD berkembang, terbentuklah sambungan-sambungan baru di dalam otaknya yang didasari proses belajar dan pengalaman sebelumnya. Hal ini terjadi karena anak sudah mampu menggabungkan yang sudah mereka pelajari dengan mengikuti contoh yang mereka pelajari lewat eksperimen dan eksplorasi untuk membentuk informasi baru. 

Itulah proses cara belajar efektif terjadi pada anak. Mereka mulai menggunakan apa yang sudah dipelajari untuk membuat generalisasi. Tingkat pemahaman yang baru ini lalu dialihkan, dimanfaatkan dalam situasi baru, lalu digunakan untuk memecahkan masalah baru. 

Orangtua dan guru harus mendorong dan memberikan umpan balik yang positif pada anak. Perhatikan apa yang mereka lakukan dan dengarkan, serta apa yang mereka katakan. Jangan sesekali mengabaikan atau tidak merespons dengan baik semua pertanyaannya ataupun tanggapannya tentang sesuatu hal. 

SekolahDasar.Net | 2/04/2014 | #Orang Tua dan Guru #Perkem
Poskan Komentar

Blogroll